Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hijaukan Pekarangan Sekitar, Babinsa Dukung PKK Jenggrong Sukseskan Program P2L

Foto: tim

SUARASATUNEWS.ID, Lumajang – Komitmen TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan terus diwujudkan melalui peran aktif aparat kewilayahan di lapangan. Seperti yang dilakukan Babinsa Jenggrong Koramil 0821-06/Ranuyoso, Serda Ony Bary Yusman, yang bersama kader Tim Penggerak PKK melaksanakan kegiatan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dari Puskesmas Ranuyoso di lahan pekarangan Kantor Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (27/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal guna meningkatkan ketersediaan pangan sehat dan bergizi bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, berbagai jenis tanaman ditanam, seperti sawi, tomat, sereh, kunyit, jahe, serta tanaman produktif lainnya yang memiliki nilai konsumsi dan manfaat kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Babinsa Jenggrong Serda Ony Bary Yusman mengatakan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

“Melalui program P2L ini, kami mendorong masyarakat untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari dengan memanfaatkan lahan yang ada. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antara TNI dan warga,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Jenggrong, Ny. Jawas, menyampaikan bahwa Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) memiliki manfaat yang sangat besar dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui P2L, masyarakat dapat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai kebutuhan dapur seperti sayuran dan tanaman obat. Ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri, sekaligus mengurangi pengeluaran sehari-hari,” pungkasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan P2L menjadi solusi nyata di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi harga bahan pangan. Dengan menanam sendiri, masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil yang lebih segar dan sehat, tetapi juga memiliki cadangan pangan yang berkelanjutan dan berharap, melalui sinergi semua pihak, P2L dapat menjadi gerakan bersama dalam menciptakan kemandirian pangan di tingkat desa. (Tim)