Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Monitoring Posyandu Kamboja, Babinsa Jenggrong Dorong Pencegahan Stunting

Foto: tim
SUARASATUNEWS.ID, Lumajang - Dalam upaya mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, Babinsa Jenggrong Koramil 0821-06/Ranuyoso, Serda Ony Bary Yusman, melaksanakan kegiatan pendampingan dan monitoring pelayanan kesehatan di Posyandu Kamboja, Dusun Gemuling RT 003 RW 001, Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (1/1/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peran aktif Babinsa dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, sekaligus mempererat sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah kegiatan Posyandu diharapkan mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kedisiplinan, serta mendorong partisipasi warga untuk memanfaatkan layanan kesehatan secara rutin.

Pelayanan kesehatan di Posyandu Kamboja kali ini dipimpin oleh Bidan Desa Imroatul Magfiroh, Amd.Keb, dengan sasaran utama balita. Tercatat sebanyak 22 balita hadir dan mendapatkan pelayanan berupa penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemantauan tumbuh kembang, serta pemberian vitamin dan imunisasi sesuai jadwal.

Dalam kesempatan tersebut Serda Ony Bary Yusman menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan merupakan wujud kepedulian TNI AD terhadap kesehatan generasi penerus bangsa. Menurutnya, kesehatan balita menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul di masa depan.

“Melalui kegiatan Posyandu ini, kami berharap para orang tua semakin sadar akan pentingnya memantau tumbuh kembang anak sejak dini. Babinsa akan terus hadir dan mendukung kegiatan positif yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bidan Desa Jenggrong, Imroatul Magfiroh, Amd.Keb, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pelayanan Posyandu memiliki peran strategis dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, pemantauan kesehatan sejak dini sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting, gizi buruk, serta berbagai gangguan tumbuh kembang pada balita.

Ia menuturkan bahwa melalui kegiatan Posyandu, para ibu tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan bagi anaknya, tetapi juga edukasi terkait pola asuh, pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya imunisasi lengkap. Selain itu, Posyandu juga menjadi sarana pemantauan kesehatan ibu, khususnya ibu hamil dan ibu menyusui, agar terhindar dari risiko komplikasi selama masa kehamilan dan pasca persalinan.

“Pemeriksaan rutin di Posyandu sangat membantu kami dalam mendeteksi dini apabila terdapat gangguan kesehatan pada ibu maupun anak. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” pungkasnya. (Alf/tim).